Toraja farmer

Pertanian dataran tinggi

Budidaya Terung

Leave a comment

Penyemaian benih

  1. Rendam benih dalam air hangat selama 10-15 menit.
  2. Setelah itu benih diperam dengan cara dimasukkan ke dalam gulungan kain selama 24 jam sampai benih berkecambah.
  3. Sebar benih diatas pesemaian lalu ditutup dengan tanah tipis kemudian pesemaian ditutupi dengan karung goni basah atau daun pisang atau alang-alang selama 2-3 hari.

Pindah tanam (transplanting)

  1. Setelah bibit berumur 10-15 hari, dipindahkan ke dalam polybag kecil ukuran 8 x 10 cm yang telah diisi media tanah dicampur pupuk kandang atau kompos.
  2. Bibit dipelihara sampai siap tanam, yakni bibit dengan 4-5 helai daun.

Persiapan lahan

  1. Bersihkan lahan dari gulma.
  2. Tanah dicangkul atau dibajak kemudian digemburkan. Biarkan beberapa hari agar tanahnya menjadi matang.
  3. Buat bedengan arah timur barat selebar 1 – 1,2 m dengan panjang yang disesuaikan kondisi lahan. Jarak antar bedengan 40-50 cm, tinggi bedengan 30 cm.
  4. Campurkan pupuk kandang di lahan dan diaduk rata dengan tanah yang telah digemburkan. Permukaan bedengan kemudian diratakan.
  5. Bedengan dapat ditutup dengan mulsa plastik hitam perak jika ada. Lubangi mulsa sesuai dengan ukuran jarak tanam.
  6. Lubang tanam diisi pupuk kandang atau kompos sebanyak 1 kg pada 1 MST (minggu setelah tanam).

Penanaman

  1. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 60 x 70 cm.
  2. Satu lubang tanam diisi dengan satu bibit.

Pemeliharaan tanaman

  1. Penyulaman dilakukan jika ada bibit yang pertumbuhannya tidak normal atau tidak sehat dan diganti dengan bibit cadangan yang tumbuh sehat. Penyulaman dilakukan pada 1 MST (minggu setelah tanam). Bibit yang tidak sehat atau tidak normal dicabut bersama dengan media tumbuhnya.
  2. Setelah 7 HST dilakukan pengajiran dengan cara ditancapkan dekat batang utama. Pengajiran dilakukan diawal agar tidak mengganggu sistem perakaran tanaman. Setelah 3 MST tanaman diikat terhadap ajir (turus).
  3. Perempelan dilakukan dengan memangkas bagian pucuk dari percabangan. Pucuk dipangkas setelah tanaman memiliki 12 helai daun. Pangkas tunas-tunas liar yang tumbuh mulai dari ketiak daun pertama hingga bunga pertama dirempel untuk merangsang agar tunas-tunas baru dan bunga yang lebih produktif segera tumbuh.
  4. Penyiangan terhadap gulma dilakukan bersamaan dengan pemupukan susulan dan penggemburan tanah.
  5. Dilakukan penyiraman setiap hari terutama saat musim kemarau, atau saat terong mulai berbunga dan berbuah.

Panen

  1. Panen pertama dapat dilakukan pada umur 70 – 80 hari atau tergantung kepada varietas yang ditanam.
  2. Buah yang dipanen adalah yang telah berukuran maksimum dan masih muda.
  3. Cara panen adalah menggunakan tangan atau disarankan dengan gunting pangkas dan buah dipanen bersama tangkainya.

Pasca panen

  1. Buah yang telah dipanen disimpan di tempat yang dingin dan lembab.
  2. Panen buah dilakukan pada umur yang tepat supaya tidak terjadi pengeriputan buah.
  3. Untuk menghindari luka pada buah maka wadah pengangkutan digunakan keranjang yang telah dilapisi kertas atau plastik.
    Pustaka acuan
    Susila, A. D. 2006. Panduan Budidaya Tanaman Sayuran. Departemen Agronomi dan Hortikultura, Faperta IPB.
    Sunardi, Sri. Dan Titik Purbiati. 2010. Budidaya terung. BPTP Kalbar.
    Edi, Syafri & Julistia Babihoe. 2010. Budidaya tanaman sayuran. BPTP Jambi.
Advertisements

Author: jonathan tbg

I am studying agriculture at UKI Toraja. Why must agriculture?, in there we can do many things, for the better world. So, i am a farmer, intellectual farmer.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s