Toraja farmer

Highlands agriculture


Leave a comment

Budidaya tomat

Tanaman yang satu ini sudah sangat umum dikenal dan budidayanya enteng. Tetapi benarkah demikian?. Ya sepertinya begitu. Setiap orang pasti bisa menanam tomat namun apakah telah sesuai dengan teknis budidaya yang dianjurkan, inilah persoalannya.

Faktanya, produktivitas tomat dikalangan petani masih sangat rendah karena belum menerapkan teknologi budidaya anjuran. Ada hal-hal kritikal dalam budidaya yang kurang diperhatikan.

maxresdefault (FILEminimizer)Tomat (Lycopersicon esculentum) aslinya berasal dari Peru dan Equador, dibawa orang Spanyol ke Eropa kemudian menyebar ke berbagai negara. Secara umum tomat dapat ditanam dan tumbuh disemua ketinggian tempat, tetapi jika kita ingin produksi buah yang optimal, maka syarat tumbuh harus jadi perhatian.

Syarat tumbuh

  • Ketinggian tempat : semua ketinggian tergantung varietas
  • Suhu optimum 15-24°C
    Tomat sensitif terhadap suhu panas, yang akan membuat produksinya rendah. Terutama suhu malam, untuk pembentukan bunga.
  • Curah hujan optimum 750-1.250 mm/tahun
  • Kondisi tanah : berdrainase baik, subur, gembur, pH 6-7

Jenis-jenis tomat
Berdasarkan tipe tumbuhnya maka varietas tomat dibedakan atas :

  1. Tipe indeterminate
    Tipe indeterminate adalah tomat yang terus bertumbuh (vegetatif) meskipun telah berbunga. Selama pertumbuhannya akan terus bertambah panjang dan menghasilkan banyak wiwilan/tunas samping. Pembungaan tidak serempak sehingga masa panen lebih panjang. Tipe ini sesuai untuk tanaman pekarangan karena berbuah secara bertahap.
  2. Semi-determinate atau semi-bush. Tipe ini menghasilkan lebih sedikit wiwilan dibanding indeterminate.
  1. Tipe determinate atau bush
    Tomat determinate adalah jenis yang pertumbuhan vegetatifnya segera terhenti ketika memasuki fase generatif (pembungaan). Pembungaan terjadi satu kali secara bersamaan. Tomat determinate sangat cocok untuk dibudidayakan secara komersial karena panen dilakukan serempak.

Teknologi budidaya
Penting : banyaknya varietas tomat yang beredar di pasaran saat ini tentu akan membuat adanya perbedaan dari sisi teknis budidaya oleh karena karakter morfologi dan fisiologi masing-masing varietas yang berbeda. Sebaiknya rencanakan budidaya dengan terlebih dahulu membaca deskripsi dari setiap varietas yang didalamnya telah dicantumkan karakter varietas bersangkutan misalnya  tinggi tanaman, lebar tajuk, kesesuaian tanah dan sebagainya.

Bahan tanaman
Kriteria buah yang bijinya akan dijadikan benih :

  • Berasal dari varietas unggul
  • Buah sudah masak penuh, tidak cacat, kulit mulus,

Perlakuan benih
Buah diperam selama 3 hari sampai buah merah gelap dan melunak. Setelah itu biji dikeluarkan, dicuci dengan air dan dikeringanginkan 5-6 hari.

Pesemaian dan pembibitan

  • Media semai dapat berupa pasir, sekam bakar atau abu dapur. Siram pesemaian dengan air secara berkala untuk menjaga kelembabannya.
  • Sebar benih secara merata di permukaan media.
  • Pada 8 hss (hari setelah semai) benih akan mulai berkecambah. Setelah memiliki 2 helai daun, pindahkan ke polybag pembibitan atau koker.
  • Media pembibitan adalah tanah gembur dicampur dengan pupuk organik.
  • Setelah berumur 2-3 minggu atau telah memiliki 3-4 helai daun, tanaman telah siap dipindahkan ke lahan budidaya.

Persiapan lahan tanam

  • Jangan menggunakan lahan yang sebelumnya telah ditanami tanaman yang satu family dengan tomat seperti kentang, terung dan tembakau. Tanaman satu family mempunyai hama dan penyakit yang sejenis, sehingga akan berpindah dari pertanaman sebelumnya ke pertanaman berikutnya.
  • Pembuatan bedengan disesuaikan dengan varietas dan sistem tanam. Umumnya lebar bedengan 120 cm untuk dua barisan atau 50-60 cm untuk barisan tunggal.
  • Lahan diolah sedalam 15-20 cm, digemburkan lalu dicampur dengan pupuk organik.

Penanaman

  • Jarak tanam harus mempertimbangkan berapa banyak batang dalam satu tanaman yang akan kita tumbuhkan.
  • Jarak tanam untuk pangkasan berbatang tunggal 50 x 70 cm.

Pemeliharaan

Pengajiran dilakukan untuk membantu tanaman tumbuh tegak, tidak mudah rebah dan tidak terbaring di tanah. Daun dan buah yang bersentuhan dengan tanah rentan terkena penyakit akibat jamur. Ajir (turus) setinggi 1,5 m dipasang kira-kira 4 mst.

235xNxtomato-plant-rows.jpg.pagespeed.ic._CH3vUDjs1 (FILEminimizer)

Pengajiran memakai bambu

string trellis July 31 (FILEminimizer)

Pengajiran menggunakan tali

Pemangkasan (pruning) 
Tujuan dari pemangkasan adalah memaksimalkan penerimaan cahaya untuk fotosintesis dan meminimalkan timbulnya atau penyebaran penyakit. Jika tanaman terlalu rimbun maka sirkulasi udara tidak lancar dan kelembaban meningkat sehingga memudahkan penyakit akibat jamur dan bakteri berkembang.

Pemangkasan akan memperkuat batang utama tempat munculnya cabang bunga yang akan jadi buah. Berapa banyak yang harus dipangkas?, tidak ada angka yang mutlak, Intinya adalah bagaimana menyeimbangkan pertumbuhan vegetatif dengan produksi buah. Pemangkasan yang terlalu berlebihan akan membuat tanaman stress sehingga malah mengurangi hasil.

Presentation1 (FILEminimizer) (FILEminimizer)Tomat yang tidak dipangkas akan menghasilkan daun yang lebat, cabang dan buah yang banyak, namun dapat dipastikan buah tersebut akan kecil-kecil. Ini dikarenakan sepanjang pertumbuhannya, tomat membagi seluruh energinya untuk menumbuhkan organ vegetatif (daun, pucuk, wiwilan) akhirnya hanya sedikit yang tersimpan dalam buah.

Terdapat perbedaan pemangkasan untuk tipe indeterminate dengan determinate. Tomat determinate tidak perlu dipangkas sebanyak yang dilakukan pada indeterminate.

Pemangkasan indeterminate
Pemangkasan wiwilan/tunas samping sangat penting untuk produksi buah tomat. Pertumbuhan wiwilan akan menyedot sangat banyak energi sehingga hanya sedikit yang bisa tersimpan menjadi buah.

  1. Jika ingin berbatang tunggal, maka singkirkan semua daun dan wiwilan yang tumbuh dibawah cabang buah paling bawah. Seiring pertumbuhan tanaman semua wiwilan yang tumbuh disingkirkan.
  2. Jika ingin berbatang ganda, maka satu wiwilan dibawah cabang buah paling bawah dibiarkan tumbuh. Selain itu, semua wiwilan yang tumbuh di kedua batang disingkirkan. Keuntungan batang ganda adalah jika salah satu rusak maka masih ada batang yang lain.
  3. Sama halnya jika kita ingin menumbuhkan 3 batang maka dua wiwilan dibawah cabang buah terbawah dibiarkan tumbuh sementara yang lain dibuang.

Pemangkasan determinate
Rekomendasi standar pemangkasan untuk tipe determinate : pangkas semua wiwilan yang tumbuh dibawah cabang buah paling bawah, sedang wiwilan yang tumbuh setelahnya dibiarkan untuk produksi buah.

Pangkas daun tua dan daun yang terkena penyakit agar tidak menyebar ke bagian tanaman yang lain. Lakukan pemangkasan saat tanaman dalam keadaan kering, untuk meminimalkan penyebaran penyakit.Cara terbaik untuk mengendalikan penyakit tanaman tomat adalah dengan menanam varietas yang tahan dan sistem tanam yang telah dianjurkan.

Panen

  • Umur panen sesuai dengan varietasnya. Tomat sudah dapat dipanen ketika warna buah masih hijau namun sudah masak penuh. Tergantung dari jarak atau lama penyimpanan sehingga ketika berada dipasaran warna buah telah jadi merah.
  • Kriteria panen : buah telah masak penuh.

Pasca panen

  • Tomat tahan disimpan 2-3 minggu pada suhu 13°C dan kelembaban 90-95%. Dalam kondisi ini perubahan warna buah lebih lambat.
  • Buah yang telah masak penuh tahan disimpan 1 minggu pada suhu 7°C dengan kelembaban 90%. Chilling injury (kerusakan akibat suhu terlalu rendah) pada tomat akan terjadi bila suhu penyimpanan lebih rendah lagi.

 

Advertisements


Leave a comment

Budidaya Cauliflower (bunga kol)

Cauliflower, saya lebih suka menyebutnya demikian, atau disebut juga kembang kol, kol bunga atau kubis bunga adalah tanaman introduksi dari daerah subtropik (tepatnya negara Cyprus) satu spesies dengan brokoli.

cauliflower plant

Cauliflower atau bunga kol

Karena berasal dari daerah subtropik yang dingin, maka wilayah adaptasinya di daerah tropis seperti Indonesia adalah di dataran tinggi yang juga sejuk dan dingin. Namun sekarang ini telah dihasilkan beberapa varietas yang tahan panas sehingga adaptif di dataran menengah ke bawah.

Bagian utama yang dikonsumsi adalah bunganya yang disebut “curd”. Kebanyakan varietas menghasilkan curd yang berwarna putih dan yang paling digemari, sementara yang lain berwarna ungu, oranye atau hijau. Daunnya juga dapat dikonsumsi.

Karena cauliflower dan brokoli merupakan tanaman satu spesies , maka syarat tumbuh dan teknologi budidayanya tidaklah berbeda.

Syarat tumbuh

  • Ketinggian tempat 1.000 – 2.000 mdpl
  • Suhu optimum 15 – 18°C, maksimal 24°C  Suhu yang telalu tinggi selama pertumbuhan berakibat tumbuhnya daun-daun kecil pada curd, memperlambat kemasakan dan fase vegetatif jadi lebih panjang.
  • Kelembaban udara 80-90%
  • Penyinaran penuh
  • Tanah yang baik untuk pertumbuhan : tanah subur, lembab, gembur, berdrainase baik, kandungan bahan organik tinggi, pH 6 – 7,5

Teknologi Budidaya
Pesemaian dan pembibitan

  • Semaikan benih terlebih dahulu. Sebenarnya benih dapat ditanam langsung di lahan/lapangan namun akan sulit mengontrol apakah benih tumbuh atau tidak.
  • Media semai dapat berupa tanah halus, pasir atau arang sekam. Ratakan permukaannya kemudian sebar benih secara merata di atasnya.
  • Jaga kelembaban media pesemaian.
  • Setelah benih berkecambah dan mempunyai 2 daun (± 2 minggu), pindahkan ke bumbung (koker) pembibitan.
  • Gunakan campuran tanah gembur dan pupuk kandang sebagai media pembibitan.
  • Setelah bibit memiliki 3-4 daun (± 1 bulan), siap ditanam di lapangan.

Persiapan lahan

  • Ketika menanam di lahan, gunakan bedengan apabila lahannya datar dan buatkan teras untuk lahan miring.
  • Lahan diolah, digemburkan dan diberi pupuk organik. Pupuk organik akan membuat lahan subur, mudah menyimpan air, remah dan gampang diolah.

Penanaman

  • Jarak tanam 50 x 60 cm atau tergantung kepada varietas dan kesuburan lahan budidaya. Makin subur maka jarak tanam makin lebar.
  • Satu bibit per lubang tanam

Pemeliharaan

  • Layaknya brokoli, pemeliharaan cauliflower meliputi penyiraman ketika tidak ada hujan, pengendalian gulma, pemupukan tambahan dan pengendalian hama penyakit.
  • Pada tanah berpasir yang mudah kehilangan air, penyiraman secara rutin harus dilakukan agar cauliflower tidak stres. Jika ini terjadi maka bisa merusak pembentukan bunga.
  • Blanching adalah proses penutupan curd oleh daun sehingga tidak terpapar sinar matahari. Ada varietas yang curdnya secara alami akan tertutupi oleh daun dengan sendirinya, sementara pada varietas lainnya, blanching harus dilakukan secara manual.
    cauliflower-blanching

    Salah satu cara menutupi curd

    Saat curd mulai terbentuk, daun tua diikat sedemikian rupa sehingga menutupi curd. Tanpa terkena sinar matahari maka pigmen warna tidak akan terbentuk sehingga curd tetap putih. Curd yang terpapar sinar akan berubah menjadi kekuning-kuningan atau merah sehingga menurunkan kualitasnya.

    cauliflower-self blanching

    Curd yang tertutupi daun secara alami

    Blanching tidak dilakukan pada varietas yang memang menghasilkan curd warna lain seperti oranye dan ungu.

Panen

  • Panen dilakukan ketika curd telah berkembang penuh dan kompak. Panen yang lambat ketika bunga telah mekar akan menurunkan kualitas.
  • Cara panen : potong curd bersama daun yang mengitarinya dengan pisau, daun yang disertakan bertujuan melindungi curd.

Pasca panen

  • Kondisi ideal untuk penyimpanan adalah pada suhu 0°C dan kelembaban 95-98% . pada keadaan ini curd dapat disimpan selama 2-3 minggu.


Leave a comment

Budidaya Brokoli

Brokoli adalah tanaman yang aslinya berasal dari daerah subtropis (dingin), Mediterania, sehingga kesesuaian budidayanya adalah di dataran tinggi yang bersuhu dingin dan lembab.

784Bagian tanaman yang dikonsumsi adalah bunga (curd) yang belum mekar. Tergantung pada masing-masing varietas, umur tanaman mulai pesemaian sampai panen 100-150 hari atau 55-80 hari sejak penanaman.

Berdasarkan syarat tumbuhnya, wilayah di Toraja yang potensial untuk budidaya brokoli adalah Sesean, Kapala Pitu, Denpina, Awan, Rindingallo, Buntu Pepasan dan Baruppu’.

Syarat tumbuh

  • Sangat sesuai untuk dataran tinggi antara 1.000 – 2.000 mdpl
  • Suhu optimum 15 -18°C, maksimum 24°C
    Suhu akan mempengaruhi pembentukan curd, terlalu rendah maka curd akan terbentuk sebelum waktunya sedang jika suhu terlalu tinggi berakibat bunga tidak terbentuk, curd kecil dan tidak kompak.
    Apabila suhu rendah tidak terpenuhi maka fase vegetatif akan terus berlanjut (bunga tidak terbentuk). Suhu rendah akan menginisiasi terjadinya pembungaan.
  • Kelembaban 80-90%
  • Curah hujan 1.000-1.500 cm/tahun
  • pH (kemasaman) tanah 6-7
  • Tanah subur dan gembur, drainase baik

Banyak varietas unggul brokoli yang beredar di pasaran.  Persyaratan diatas memang hanya sesuai untuk dataran tinggi, namun sekarang beberapa varietas brokoli yang telah dilepas mampu beradaptasi di dataran menengah kebawah.

Teknologi Budidaya

Perlakuan benih
Sebelum disemaikan rendam benih dalam air hangat selama ± 1 jam
Benih yang mengapung dibuang karena tidak bernas, benih yang baik akan tenggelam

Pesemaian dan Pembibitan

  • Media semai bisa menggunakan tanah halus, pasir atau arang sekam. Siram dengan air kemudian permukaan atas media diratakan. Banyaknya media tergantung jumlah benih yang akan disemai.
  • Buatkan tempat pesemaian atau gunakan tray semai agar lebih praktis.
  • Sebar benih secara merata di atas media semai lalu ditutup dengan tanah halus.
  • Perlu naungan apakah itu dari plastik transparan maupun jerami/alang-alang untuk menghindari terpaan air hujan yang dapat membuat pesemaian rusak.
  • Penyiraman dilakukan tiap hari agar media semai tetap lembab.

    bibit brokoli

    Bibit brokoli yang telah tumbuh

  • Setelah benih berkecambah dan tumbuh 2 daun (±2 minggu), pindahkan ke media pembibitan (koker). Benih di pesemaian tumbuh dengan rapat, oleh karena itu harus dipindahkan ke media pembibitan dengan jarak tanam yang teratur agar pertumbuhan bibit optimal sampai siap di tanam dilapangan. Gunakan campuran pupuk organik, pasir/arang sekam dan tanah gembur sebagai media pembibitan.

Persiapan lahan

  • Pembuatan bedengan untuk penanaman
  • Kedalaman perakaran brokoli sekitar 45-60 cm, jadi pengolahan tanah agak dalam bila memungkinkan yaitu 30-50 cm, terutama pada tanah padat dan liat.
  • Lahan digemburkan dan dicampur pupuk organik.

Penanaman

  • Pindah tanam dilakukan setelah bibit memiliki 3-4 helai daun (3-4 mst)
  • Jarak tanam 70 x 50 cm atau 60 x 40 cm atau 50 x 50 cm (sesuai dengan varietas dan kesuburan lahan, makin subur lahan maka jarak tanam makin lebar)
  • Satu bibit perlubang tanam.

Pemeliharaan

Pemeliharaan brokoli sama seperti tanaman lain pada umumnya, seperti penyiraman ketika tidak ada hujan, pengendalian gulma, pemupukan tambahan dan pengendalian hama penyakit.

Panen

  • Brokoli segera dipanen ketika curd telah kompak dan berwarna hijau tua. Panen yang terlambat akan menurunkan kualitas apabila bunga mulai mekar.
  • Potong tangkai bunga sepanjang 12 cm atau lebih dibawah kepala bunga (curd).
  • Kebanyakan varietas brokoli memiliki curd yang tumbuh disamping curd utama. Curd samping (sekunder) dapat dipanen 2-3 minggu setelah curd utama dipanen.

    iuuy (FILEminimizer)

    Cara memotong curd

Pasca panen

  • Brokoli dapat disimpan selama 1-2 minggu pada suhu 0°C dan kelembaban 95%. Penyimpanan pada suhu yang lebih tinggi akan mempersingkat masa simpannya.
  • Penyimpanan yang terlalu lama akan menyebabkan perubahan warna menjadi kuning dan melunak.
  • Brokoli jangan disimpan bersama buah-buahan klimaterik seperti melon, alpukat, pisang dan apel. Buah klimaterik akan menghasilkan etilene yang akan mempercepat curd menguning.

 


Leave a comment

Budidaya Kacang Tanah

Kacang tanah (Arachis hypogaea) merupakan salah satu tanaman pangan alternatif yang layak dibudidayakan. Selain karena kandungan protein dan lemaknya yang tinggi, juga  teknis budidayanya relatif mudah. Kandungan protein dalam kacang tanah adalah jauh lebih tinggi dari daging dan telur. Kandungan proteinnya 25% dan lemak 40%, komposisi ini dapat berbeda tergantung varietas.peanut field

Pada umumnya kacang tanah akan ekonomis bila dibudidayakan di dataran rendah karena kondisi lingkungannya yang mendukung syarat tumbuh kacang tanah untuk dapat berproduksi secara optimal.

Namun demikian, pada dataran tinggi sampai ketinggian 1.500 mdpl kacang tanah masih dapat tumbuh dengan baik. Banyak lahan di dataran tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat budidaya kacang tanah.

Syarat tumbuh
Syarat tumbuh optimum yang ekonomis untuk membudidayakan kacang tanah adalah :

  • Ketinggian 0 – 500 mdpl (dataran rendah), namun masih dapat tumbuh dengan baik sampai pada ketinggian 1.500 mdpl.
  • Curah hujan 800 – 1300 mm/tahun
    Ada beberapa varietas unggul kacang tanah yang toleran terhadap cekaman air, baik itu pada tanah yang becek maupun kekeringan.
  • Suhu lingkungan 27-30 °C
  • Kelembaban udara 65-70%
  • pH (kemasaman) tanah 6-6.5
  • Tanah gembur, bertekstur ringan, drainase baik dan subur
  • Cahaya matahari penuh, diperlukan untuk pembentukan lemak, menaikkan kualitas dan kuantitas polong. Namun ada beberapa varietas unggul kacang tanah yang toleran terhadap naungan.

Teknologi budidaya
Banyak kegagalan karena mengabaikan teknis budidaya yang dianjurkan. Untuk memperoleh hasil yang optimal dari budidaya kacang tanah, tahapan-tahapan terpenting adalah :

  1. Persiapan lahan
  • Buat bedengan (lihat kriteria membuat bedengan)
  • Olah lahan sedalam 20-30 cm, lalu digemburkan agar mempermudah perkembangan akar, ginofora (bakal polong) mudah menembus tanah, memudahkan perkembangan polong dan mudah dicabut saat panen (tidak ada polong yang tertinggal dalam tanah saat dicabut)
  • Pemberian pupuk organik sebagai pupuk dasar diberikan saat penggemburan tanah. Pupuk organik akan membuat struktur tanah menjadi remah dan ringan.
  • Pemberian kotoran ayam 2,5 t/ha sudah cukup untuk meningkatkan bobot polong isi dan bobot biji per tanaman. (Balitkabi)
  1. Penyiapan benih
    Kriteria pemilihan benih kacang tanah yang baik adalah :
  • Berasal dari varietas unggul (varietas unggul akan berproduksi tinggi, tahan hama penyakit dan berumur pendek)
  • Benih berasal dari polong yang matang pada pohonnya. Kacang tanah yang baru saja dipanen paling baik untuk dijadikan benih.
  • Kulit polong kering dan keras
  • Urat polong jelas dan bila ditekan polong mudah terbuka
  • Polong utuh, tidak pecah dan tidak keriput
  • Polong terdiri atas 2 biji atau lebih
  • Kulit ari pada biji tipis dan mengkilat (menandakan benih yang sehat)
  • Bentuk biji oval dan ukurannya seragam

Jadi jangan menanam benih yang tidak jelas asal usulnya karena berisiko dengan kegagalan budidaya.

  1. Penanaman
  • Waktu tanam benih adalah di awal musim hujan
  • Anjuran jarak tanam : jarak dalam barisan 20-30 cm, jarak antar barisan 30-40 cm
  • Kedalaman tanam 4-5 cm
  • Masukkan 1 biji per lubang tanam, kemudian tutup dengan tanah
  1. Pemeliharaan
  • Bila ada benih yang tidak tumbuh, lakukan penyulaman 3-4 hst (hari setelah tanam). Penyulaman yang lambat membuat tanaman kalah bersaing sehingga tumbuh kerdil.
  • Penyiangan atau pengendalian gulma dilakukan secara rutin sebelum pembentukan bunga. Penyiangan dan pembumbunan sebaiknya dilakukan bersamaan agar tenaga dan waktu lebih efisien.
  • Pembumbunan dilakukan sebelum tanaman berbunga dengan cara meninggikan tanah dibawah tajuk tanaman. Tujuan pembumbunan adalah memperkokoh berdirinya tanaman dan mempermudah ginofora menjangkau tanah. Ginofora yang tidak mencapai tanah akan gagal membentuk polong.
  • Penyiangan dan pembumbunan dilakukan sebelum tanaman berbunga agar tidak mengganggu pembungaan tanaman. Jangan dilakukan saat ginofora sudah masuk kedalam tanah karena berakibat kegagalan pembentukan polong.kac tanah
  • Ada masa kritis dimana tanaman tidak boleh kekurangan air yaitu fase perkecambahan (>15 hst), pembungaan (25 hst), saat pengisian polong (50 hst) dan pemasakan polong (75 hst). Kekurangan air berakibat pada penurunan hasil.
  • Pemupukan, Kacang tanah seperti tanaman kacang-kacangan lainnya tidak menunjukkan respons yang nyata terhadap tambahan pupuk. (Balitkabi).
  • Pengendalian hama penyakit.
    Pengendalian terbaik untuk serangan hama dan penyakit kacang tanah adalah menanam varietas yang toleran.
    Untuk wilayah dataran tinggi yang rentan penyakit yang disebabkan oleh jamur karena kelembaban yang tinggi, sebaiknya pilih varietas toleran terhadap penyakit tersebut.. 
  1. Panen
    Ciri tanaman yang siap dipanen :
  • Berumur 3-4 bulan, namun tergantung varietas dan musim tanamnya. Pada musim hujan umur tanaman lebih panjang (masa panen lebih lama) karena suhu lebih rendah yang mempengaruhi laju pertumbuhan.
  • Batang mulai keras, daun menguning dan mulai berguguran
  • Polong telah berisi penuh dan keras, jika ditekan mudah pecah
  • Polong yang telah penuh harus segera dipanen, jika tidak biji bisa berkecambah dilapangan. Panen yang lambat juga akan membuat banyak polong tertinggal dalam tanah. Panen yang terlalu cepat akan mengurangi mutu karena biji keriput dan kadar lemak rendah.
  • Cara panen : potong bagian atas untuk ditinggalkan sebagai pupuk dilapangan, kemudian batang dicabut beserta polongnya.
  1. Pasca panen
  • Polong serta batangnya yang telah dicabut segera dijemur hingga kadar air dibawah 12% yang ditandai dengan kulit ari dari biji yang mudah terkelupas.
  • Polong basah hasil panen yang dibiarkan lebih dari 24 jam akan berlendir, rentan terinfeksi jamur Aspergilus flavus dan terkontaminasi aflatoksin penyebab biji jadi pahit dan berbau tengik.
  • Lakukan sortasi mana yang akan digunakan sebagai benih untuk ditanam kembali dan mana yang akan dikonsumsi.
  • Penyimpanan dalam bentuk polong jauh lebih aman dibanding menyimpan biji tanpa polong.

Download teknologi budidaya kacang tanah dari Balai Penelitian Kacang dan Umbi (Balitkabi)


Leave a comment

Budidaya Stroberi

Stroberi bukanlah tanaman asli Indonesia melainkan tanaman yang habitat aslinya di daerah sub-tropis. Seperti yang kita kenal, daerah sub-tropis adalah wilayah bersuhu dingin dengan 4 musim yang bergantian. Meskipun demikian stroberi dapat beradaptasi dengan sangat baik di daerah tropis seperti Indonesia, terutama di wilayah dataran tinggi (pegunungan) seperti halnya daerah Toraja. Stroberi yang dibudidayakan di dataran tinggi Toraja akan unggul komparatif.
buah stroberi

Buah stroberi

Khasiat buah stroberi
Kandungan vitamin C yang lebih tinggi dari jeruk, rendah lemak dan kalori, kandungan antioksidan yang sangat tinggi, mengobati jerawat, menghaluskan kulit, menyehatkan mata dan lain sebagainya. Khasiat buah stroberi sangat banyak dan untuk lebih lengkapnya dapat anda searching di internet. 
 
Syarat tumbuh :
Berproduksi optimal pada ketinggian > 1000 mdpl dengan suhu sekitar 17 – 20 derajat C
Curah hujan 600 -700 mm/tahun
Periodesitas (lama penyinaran) 8 – 11 jam perhari
Kelembaban udara 80 – 90%
Tanah gembur dengan pH :  6-7
 
Diluar persyaratan diatas, stroberi masih dapat tumbuh dengan baik tetapi tentu dengan beberapa perlakuan tambahan. Misalnya ketika ditanam di dataran menengah kebawah maka perlu naungan dan penyiraman yang lebih banyak.
 
Perbanyakan tanaman
Cara perbanyakan stroberi yang paling mudah dilakukan adalah melalui benih dan anakan. Anakan diperoleh melalui pemisahan rumpun tanaman induk dan dari stolon (runner).
Kriteria tanaman induk yang baik adalah pertumbuhannya segar, kokoh, sehat (bebas hama penyakit) dan produksi buahnya tinggi. Hal ini penting karena sifat induk akan diturunkan kepada anakannya terutama yang diperbanyak secara vegetatif (anakan).
 
Bila bahan tanam adalah benih maka waktu panen akan lebih lama dan sifatnya tidak sama dengan induknya. Jika pertama kali menanam stroberi, anda dapat membeli benihnya kemudian ditanam  sampai tumbuh dewasa, setelah itu untuk perbanyakan selanjutnya gunakan anakannya. Perbanyakan melalui anakan akan menghasilkan tanaman yang sama dengan induknya dan lebih cepat berbuah.
 
Benih

Benih stroberi

Rendam benih dalam air selama 15 menit lalu disemaikan. Setelah tumbuh dan berdaun 2 helai pindahkan ke media pembibitan. Ketika tanaman mulai membentuk rumpun maka dapat dipindahkan ke media tanam yang lebih besar atau ke kebun.

 
Anakan dari rumpun
Setelah stroberi dewasa, anakannya akan tumbuh  membentuk rumpun. Rumpun inilah yang akan dipisahkan dari induknya dan digunakan sebagai bibit. Rumpun yang dipisahkan dari induknya telah memliki akar dan siap untuk ditanam. Pilih anakan yang pertumbuhannya sehat dan kokoh.

anakan membentuk rumpun

Anakan dari stolon
Stolon akan tumbuh memanjang dan menghasilkan beberapa tanaman baru. Anakan pertama dan kedua yang dijadikan bibit sementara anakan ketiga dan seterusnya jangan digunakan sebagai bibit karena produksinya akan  rendah. Pilih stolon yang besar untuk dijadikan calon bibit karena akan menghasilkan anakan yang besar pula. Tempelkan ujung stolon yang telah memiliki anakan ke media tanam yang telah disiapkan, setelah beberapa minggu anakan pada stolon akan mengeluarkan akar. Pisahkan stolon dari induknya dan siap ditanam.
 anakan dari stolon
Hal yang kritikal dalam budidaya stroberi
  • Pemangkasan stolon.  Jika kita ingin fokus pada produksi buah maka stolon yang tumbuh harus dipangkas secara rutin. Stolon adalah bagian vegetatif yang sangat banyak  menyedot energi untuk pertumbuhannya sehingga tidak ada yang digunakan untuk pertumbuhan buah. Sebaliknya jika ingin perbanyakan tanaman melalui stolon maka biarkan stolon tumbuh sampai menghasilkan anakan.
  • Pemangkasan bunga. Stroberi akan mulai berbunga pada 2 BST (bulan setelah tanam). Pada umur tersebut, pertumbuhan vegetatif tanaman belum maksimal, karena itu semua bunga yang muncul sebaiknya dirempel (dibuang) dengan tujuan memberi kesempatan pada tanaman tumbuh dan berkembang terlebih dahulu membentuk organ-organ vegetatif agar tanaman tidak tumbuh kerdil. Pembungaan yang ideal untuk tanaman stroberi adalah 4 BST. 
  • Penjarangan buah. Setelah buah-buah sudah mulai terbentuk maka segera dilakukan penjarangan. Penjarangan bertujuan untuk membesarkan buah yang dipertahankan. Tanaman stroberi yang tidak dilakukan penjarangan akan menghasilkan buah yang kecil. Sisakan 3-4 buah per tanaman agar pertumbuhan maksimal.
Penanaman
Stroberi dapat ditanam pada berbagai media tanam baik secara langsung dikebun ataupun dalam pot, polybag dan karung.
Pemupukan : gunakan pupuk organik seperti kompos atau bokashi sehingga menghasilkan stroberi organik yang sehat dan ramah lingkungan.
Bila stroberi ditanam di lahan maka anjuran jarak tanam adalah 30 cm x 40 cm (jarak dalam barisan 30 cm sedangkan jarak antar barisan tanam adalah 40 cm).
 
Pemeliharaan 
Pangkas daun yang sudah tua, dimakan hama atau terkena penyakit agar tidak menyebar ke bagian tanaman yang lain.
Pada setiap tanaman, jumlah daun yang dipertahankan adalah 4-5 helai daun. Daun yang terlalu rimbun akan saling menaungi sehingga fotosintesis tidak maksimal. 
Tanaman stroberi diremajakan ketika telah berumur 2 tahun karena produksinya mulai turun dan diganti dengan tanaman yang baru.
 
Panen
Buah stroberi dapat dipanen 2 minggu setelah bunga mekar. Stroberi adalah buah non-klimaterik jadi harus masak pada tanamannya agar dapat dipetik. Buah yang telah masak dan tidak dipetik akan jatuh atau membusuk pada tangkainya.
 
Pasca panen
Buah stroberi digolongkan sebagai buah lunak jadi perlu penanganan pasca panen yang hati-hati. Benturan, terjatuh atau luka akan mempercepat pembusukan buah.
 

 


Leave a comment

Benih Ortodox dan benih Rekalsitran

Dalam bidang perbenihan secara khusus pada penanganan dan penyimpanan benih tanaman, terdapat dua kelompok benih yang harus kita ketahui. Hal ini penting untuk meminimalisir terjadinya kesalahan dalam proses penanganan benih.
Benih rekalsitran dan benih ortodox adalah dua tipe benih yang memiliki karakter yang berbeda sehingga dalam penanganannya ada hal-hal kritikal untuk diperhatikan agar mutu benih tetap terjaga.
 
Benih ortodox
Benih ortodox adalah jenis benih yang tahan dikeringkan sampai kadar air yang rendah (2-5%) dan kelembaban serta suhu yang rendah tanpa menurunkan viabilitas benih secara nyata. Pada umumnya kadar air biji segar yang belum masak fisiologis (biji masih bersama dengan buah) berkisar antara 15-30 % dan setelah mencapai kemasakan fisiologis kadar air akan turun ke 6-10%. Kadar air ini masih terlalu tinggi untuk kriteria penyimpanan benih sehingga harus dikeringkan untuk menurunkan kadar air lebih rendah lagi. 
Pengeringan benih dilakukan dengan maksud memperpanjang masa simpan benih. Dengan kadar air yang rendah diharapkan benih tidak berkecambah selama penyimpanan dan menghindarkan benih dari serangan jamur penyebab kerusakan.
 
Ciri khas dari benih-benih ortodox adalah :
  • Secara fisik ukurannya kecil hingga sedang, kulit biji keras
  • Memiliki masa dormansi, yaitu masa dimana benih tidak dapat berkecambah meskipun dalam lingkungan yang mendukung perkecambahan. Dormansi ini yang mendukung benih ortodox dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama (sampai beberapa tahun).
  • Banyak ditemukan di zona arid dan semi arid (zona arid : daerah dengan curah hujan sangat rendah), daerah iklim tropik basah serta daerah tropis dataran tinggi.
Benih rekalsitran
Benih rekalsitran adalah benih yang akan rusak apabila dikeringkan dan tidak tahan disimpan pada suhu dan kelembaban yang rendah. Apabila kadar airnya diturunkan maka viabilitas benih akan segera turun sampai nol. Viabilitas nol artinya benih sudah tidak bisa tumbuh. Kadar air benih rekalsitran pada saat masak berkisar 30-50%. 
 
Karena penyimpanan dalam bentuk biji sulit, maka alternatif penyimpanan benih rekalsitran dilakukan dengan cara disemaikan. Benih yang dikumpulkan, segera disemai dalam polybag dan dibiarkan tumbuh sampai tinggi tertentu barulah kemudian disimpan dengan perlakuan :
– memberikan bahan pengatur pertumbuhan, atau
– memanipulasi lingkungan penyimpanan untuk menghambat pertumbuhan.
Setelah penyimpanan, pengujian di lapangan dilakukan terhadap viabilitas (daya tumbuh) bibit.
 
Ciri khas benih rekalsitran :
  • tidak memiliki masa dormansi
  • kadar air tinggi dan tidak tahan disimpan bila kadar air diturunkan sampai dibawah kadar air kritis
  • tidak tahan disimpan pada suhu dingin
  • hanya mampu disimpan dalam jangka waktu yang pendek (beberapa hari sampai beberapa bulan)
  • zona penyebarannya adalah daerah tropik basah dan hutan hujan tropik, hanya sedikit yang ditemukan di zona lain.
Pengemasan benih rekalsitran ditempatkan dalam kemasan kedap air namun tidak kedap udara yang mampu melindungi benih terhadap berbagai faktor yang dapat mengakibatkan kerusakan. Suhu dan kelembaban kemasan disesuaikan dengan spesifikasi masing-masing benih. Pada umumnya benih rekalsitran membutuhkan kelembaban dan suhu yang tidak terlalu tinggi karena itu untuk menjaga kelembaban dapat ditambahkan media lembab seperti serbuk sabut kelapa atau serbuk gergaji olahan sekaligus melindungi benih dari benturan selama pengiriman.
 
Contoh benih ortodox : benih padi, kopi, cabe, tomat, terung,pepaya, bawang merah, sawi dll.
Contoh benih rekalsitran : benih durian, rambutan, duku/langsat, nangka, kakao, alpukat, mangga, kelapa, manggis, kecapi/katapi dll.
 
 
 
 
 
 
 
 

 


Leave a comment

Determinate dan Indeterminate

Ada beberapa tanaman budidaya yang memiliki tipe pertumbuhan yang berbeda sesuai dengan varietasnya. Tipe pertumbuhan yang dimaksud adalah determinate, semi-determinate dan indeterminate.

Determinate
Determinate atau pertumbuhan terbatas yaitu tipe tanaman yang pertumbuhan vegetatifnya segera terhenti setelah munculnya bunga. Kemunculan bunga terjadi hampir serempak dan hanya terjadi satu kali, setelah itu tanaman akan mati. Artinya ketika tanaman mulai beralih ke fase reproduksi (berbuah) maka pertumbuhan tunas/pucuk akan berhenti. Habitus (perawakan) tanaman tipe ini lebih pendek.
 
Karakteristik tanaman tipe determinate adalah :
  • Panen dilakukan hanya satu kali tetapi dalam jumlah yang banyak
  • Ketika masuk fase generatif (berbuah) seluruh hasil fotosintesis akan terfokus untuk pembentukan buah karena pertumbuhan vegetatif telah terhenti. Ingat bahwa pertumbuhan vegetatif terutama tunas/pucuk pada tanaman membutuhkan sangat banyak energi.
  • Pada beberapa tanaman budidaya seperti tomat, tidak perlu pemangkasan tunas/wiwilan.
  • Memudahkan pengaturan jadwal produksi, karena semua fase pertanaman dilakukan secara serentak mulai dari pembibitan sampai panen.
Indeterminate
Indeterminate atau pertumbuhan tak terbatas yaitu tanaman yang pertumbuhan vegetatifnya terus berlangsung meskipun telah memasuki fase generatif (pembungaan). Tanaman ini akan dipanen berkali-kali karena setelah memasuki fase generatif, pertumbuhan bunga (buah) terus terjadi sepanjang musim tanam. Karena masa panen yang bertahap,  masa panen menjadi lebih panjang. Pertumbuhan tinggi tanaman juga akan terus bertambah sehingga ketika dibudidayakan biasanya membutuhkan rambatan atau lanjaran.
 
Semi determinate 
Semi determinate adalah perpaduan determinate dengan indeterminate. Habitusnya lebih kecil dari indeterminate tetapi menghasilkan buah sepanjang musim. Biasanya jenis ini adalah tanaman hasil persilangan kedua tipe sebelumnya.
 
Tanaman budidaya yang memiliki ketiga tipe pertumbuhan tersebut diatas antara lain tomat dan kedelai. Ada tanaman yang hanya memiliki dua tipe (determinate dan indeterminate) misalnya buncis.
Tanaman budidaya tipe indeterminate sangat cocok sebagai tanaman pekarangan untuk tujuan konsumsi keluarga, karena dapat dipanen berkali-kali. Sementara untuk tujuan komersil tanaman tipe determinate lebih sesuai.